WONOGIRI – Dalam rangka mensosialisasikan kebijakan peningkatan kemampuan keberaksaraan melalui program keaksaraan mandiri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar Acara Gebyar Perguruan Tinggi dan Expo Desa Vokasi se-Jawa Tengah yang digelar mulai hari Selasa (7/10) hingga Jum’at (10/10) di GOR Giri Mandala Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Kabupaten Wonogiri dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. Dalam upacara pembukaan, atraksi tarian Kethek Ogleng yang merupakan tarian khas Kabupaten Wonogiri mewarnai kegiatan tersebut, juga ditampilkan Vocal Group dari Universitas Negeri Semarang yang telah berhasil menjadi juara 1 dalam ajang lomba Vocal Group antar Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Nurhadi Amiyanto. M,Ed menyampaikan bahwa Desa Vokasi ini akan terus dikembangkan untuk menjadi Desa Mandiri. “Kami akan mengembangkan pendidikan khususnya aksara lanjutan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kelompok Usaha Mandiri (KUM) dan berbagai program kecakapan hidup lainnya, dan akan terus melakukan inovasi dan diversifikasi dengan memperhatikan potensi lokal desa yang bersangkutan,” terangnya. Dipilihnya konsep desa vokasi ini karena melalui desa vokasi maka berbagai pendidikan nonformal bisa diintegrasikan terfokus dalam satu desa.
Sementara itu Gubernur Jateng, H Ganjar Pranowo, SH sangat berharap masih banyaknya buta aksara di berbagai daerah di Jawa Tengah bisa ditanggulangi dengan kerjasama pemerintahan provinsi, Kabupaten/kota dan TNI/POLRI. “Untuk Kabupaten Wonogiri sudah aman angka buta aksaranya, yang masih tinggi ada di Kabupaten Brebes, Sragen, Blora, Tegal dan Pati,” terangnya. Di sela-sela sambutannya Beliau berdialog dengan Putra, salah satu pelajar penyandang Autis yang telah duduk di kelas 4 SD. Kemampuan membaca Putra diuji oleh Bapak Gubernur yang dijawab dengan benar dan lantang, meski Putra mengalami kesulitan untuk menyebutkan nama lengkapnya sendiri.
Usai menyampaikan sambutan, Gubernur meresmikan pameran Gebyar Perguruan Tinggi dan Expo Desa Vokasi se- Jawa Tengah dengan ditandai pengguntingan pita bunga dilanjutkan dengan peninjauan lokasi gebyar Perguruan Tinggi yang menampilkan produk-produk kreatif dari mahasiswa Perguruan Tinggi. Dan Expo Desa Vokasi Se-Jateng di Gedung Purna Bhakti (Gedung Tenis GOR) ditampilkan berbagai produk kreatif masyarakat dari bahan dasar lokal yang menjadi karya layak pakai dan layak jual, seperti tas dari kain perca yang dijual hanya dengan harga Rp 15 ribu. (yun_hum)
Posting Komentar